Mendulang emas di Simcard bekas

27 05 2008

simcard

Inilah profil konsumen operator seluler paling mutakhir: Naninda Berliana Pratidina, 19 tahun. Tidak ada ”kesetiaan”, hanya peduli pada harga. Mengejar tarif murah ke mana pun. Belum genap setahun, mahasiswi Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini sudah berganti nomor telepon lima kali. Dari Simpati pindah ke Halo. Tak berapa lama menclok di As, lalu loncat lagi ke IM3-nya Indosat.(kutipan dari sebuah sumber).

Begitulah kira-kira tren konsumen operator saat ini. Gonta-ganti kartu. Wajar saya kira, di tengah hangatnya “perang tarif” antar operator iklim lebih kompetitif, orang bebas “pindah ke lain hati”. Mungkin itu lebih baik, daripada saling menjelek-jelekkan. Suka ya ambil, uda bosan ya buang. Gitu aja kok repot.

Tapi siapa yang tau bahwa pada simcard terpendam emas dan logam lainnya. Bahkan juga ponsel bekas yang acap dibuang begitu saja, ternyata mengandung emas, tembaga dan perak. Nah lho? Coba pikir-pikir lagi.

Emas digunakan dalam sirkit di ponsel atau chip di kartu SIM (GSM) atau RUIM (CDMA) karena terbukti mampu menyalurkan arus elektronik lebih baik disbanding tembaga. Produsen ponsel atau kartu GSM/RUIM tak pernah mengurangi kandungan emas atau meninggalkan peran logam mulia itu, walau jumlahnya relative sedikit dari tiap unit.

Yokohama Metal Co Ltd, sebuah perusahaan pemulung mendapati kenyataan bahwa ponsel dan kartu SIM merupakan tambang emas yang benar-benar hebat. Jika dari satu ton material yang diambil di tambang emas konvensional hanya didapat sekitar 5 gram emas, dari satu ton ponsel bekas yang dilebur, bisa didapat 150 gram emas.

Untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta seperti saat ini, Telkomsel harus menjual 12 Juta kartu perdana. Ini berarti, dari telkomsel saja ada 10,5 juta kartu SIM yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum dari operator yang lain, yang total sebulan bisa mencapai 25 juta “kartu mati”, yang kalau berat per kartu 2 gram, maka jumlahnya sekitar 50 ton. Jika semua itu berhasil dikumpulkan dan diambil logamnya, akan didapat sekitar 25 Kg emas sebulan.

Saat ini “pemulung-pemulung” yang berinisiatif mendulang emas tersebut kebanyakan adalah perusahaan luar negeri, antara lain Singapura, Jepang, India dan Cina.

Anda sering gonta-ganti kartu? Coba pikir-pikir lagi, ternyata ada emasnya.

Referensi :

Tabloid Sinyal No. 41/Thn IV/12 dan sumber-sumber terkait lainnya



Actions

Information

5 responses

29 05 2008
rizkianto

iya ta???
hmmm….
kartu cdma ma gsm banyakan mana ya emasnya??? :D

29 05 2008
asif

ya kayak gitu deh mas informasi yang saya dapatkan…
bedapun kira-kira gak jauh…
mau ikut “mulung” ta mas?
hehehe….

10 06 2008
taufan

terus cara memisahkan emasnya bagaimana mas?

14 06 2008
asif

walah, kalau masalah itu diluar jangkauan informasi yang saya baca mas…hehe..tanya mbah google aja… sepertinya ada mesin (alat) buat mendapatkan emas2 tersebut

27 08 2008
Ongki

waaaa,, padahal harga kartunya cuman 6000an.. kudu ngumpulin berapa bnyk kartu tu..

Leave a comment