Malam itu aku terlalu malas untuk mengerjakan tugas yang menumpuk. Yang harus diselesaikan minggu ini, karena minggu depan merupakan “minggu tenang”. Sebagaimana kita ketahui bersama, Mahasiswa diberi waktu belajar di rumah satu minggu sebelum pelaksanaan Ujian Akhir Semester. Ada juga yang memanfaatkan momen ini untuk mudik, minta restu orang tua mungkin.
Minggu tenang, setenang air sungai yang dilewati Jennifer Lopez bersama rekan-rekannya pada film anaconda, ketenangan yang mengharuskan mahasiswa tidak boleh tenang-tenang kalau ingin mengakhiri semester ini dengan Index Prestasi yang bagus.
Sekitar Pukul 09.32 PM.
“Tit…tit…tit…” Ponsel baruku memanggil dari seberang tempat tidurku, ponsel yang dibelikan orang tua sebagai konsekuensi atas raibnya ponselku tempo hari. Tepat di atas meja berukuran kira-kira 1×2 meter persegi, tempat aku menulis, membaca, bermain, belajar, bahkan juga melamun.
Ternyata SMS masuk.
2 sms sekaligus. Memang terlalu panjang untuk dimampatkan menjadi 1 sms saja, karena ponselku cuma muat maksimal 160 karakter.
SMS balasan dari seorang dara. Mahasiswi angkatan 2007 sebuah universitas di Surabaya. cantik, cerdas, lugas, tangkas dan anggun seperti yang pernah aku katakan sebelumnya.
Dara yang pertama kali ku kenal di sebuah pasar di Surabaya dalam sebuah perhelatan jurnalistik. Kali ini dia “pamer” karena baru saja memenangkan sebuah kontes menulis. Ia menjadi pemenang mingguan pertama lux magic spell moment yang digelar oleh salah satu stasiun radio anak muda di Surabaya.
Dia mengetik “Aduh.. seneng banget..”
Melihat kegembiraaan yang menyertai ketikan SMS nya, seketika itu aku, dalam keadaan setengah ngantuk, tak bersemangat dan malas-malasan, langsung tersentak.
Kembali bersemangat.
Entah alasan apa aku tiba-tiba bersemangat. Melihat ia bergembira, serta merta aku turut gembira. Melihat ia berprestasi aku langsung bersemangat kembali. Begitu cepat energi positif itu menular. Itulah mengapa teman dikatakan yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap pribadi seseorang. Jika teman-temannya baik maka baiklah ia, begitupun sebaliknya.
Hampir selalu, setiap ada sahabat atau teman yang berprestasi, perasaanku bercampur aduk antara perasaan sumringah dengan perasaan melankolis yang sampai sekarang saya tak dapat mendefinisikannya. Sejenak aku hanyut dalam perasaan itu. Betapa bahagianya jika aku dapat berprestasi, mengenal orang-orang yang berbeda, mencoba hal-hal yang baru, betapa berwarnanya hari-hariku. Aku membayangkan berada di tanah yang lapang, di sebuah perbukitan, udara menerpa wajahku mesra. Sambil merentangkan tangan, memejamkan mata dan mendongakkan kepala ke atas, dan bernafas dalam-dalam. Menghirup udara kebebasan, membiarkan semua kemanisan itu sampai ke dalam hatiku.
Itulah perasaan yang aku maksud di atas.
Malam itu kami bercengkrama melalui SMS sedikit lebih lama dari biasanya, sebelum ia menutupnya dengan manis.
“Semangat maz..do your best..kita gak boleh jadi manusia lemah..hidup tu layaknya selembar kertas putih dan pengalaman yang kita dapat adalah penanya..”
Bijaksana dan bertenaga.
Semoga kita dapat menorehkan catatan-catatan kebanggaan dalam setiap lembar kertas yang kita miliki.
semoga
Salam



Kata Mereka