Wajib Belajar, bukan Wajib Pintar

30 01 2009

Masa belajar semester gasal tahun ajaran 2008 – 2009 baru saja kita rampungkan. Warna-warni hasil belajar satu semester pun telah diumumkan. Beragam sikap berusaha menjawab pengumuman tersebut. Ada yang senang bukan kepalang, ada yang terpuruk ambruk hingga menyumpahi dirinya sendiri dengan hasil yang dicapainya.

Apapun hasil yang kita dapat sahabat, harusnya kita mafhum bahwa yang wajib bagi kita adalah belajar. Itulah fitrah dan kewajiban asasi manusia. Belajar, sejak dibekali hayat hingga liang lahat.

Sahabat, jika kita mau merenung dan berpikir, yang diserukan atas kita semua adalah wajib belajar, bukan wajib pintar. Sejauh referensi yang pernah ada, belum pernah ada yang menyebutkan bahwa manusia diwajibkan pintar. Manusia hanya diwajibkan belajar, sedangkan pintar sejatinya adalah derajat yang diberikan oleh Tuhan, sehingga yang berhak memberikan karunia kepintaran adalah sang Maha. Yah, Dialah yang memegang kuasa prerogative atas itu semua seadangkan hambanya hanya diwajibkan berusaha.

Hal senada dapat kita temui pada kasus mencari penghasilan. Yang diwajibkan bagi seorang hamba adalah bekerja, bukan kaya. Karena kaya sama hal nya dengan pintar, kaya adalah derajat yang diberikan oleh Tuhan. Sehingga seringkali kita temui seseorang yang bekerja siang malam mencari uang hingga keseimbangan hidupnya terganggu, namun tetap saja tidak kaya, atau seseorang yang belajarnya tidak begitu rajin, namun ternyata ia lebih pintar dari temannya yang bersahabat erat dengan buku.

Oleh karena itu sahabat, seharusnya kita tidak perlu repot-repot bersedih apabila hasil yang kita peroleh tidak dapat menyenangkan hati calon mertua :D sebab setelah kita belajar dan berdoa, yang kita lakukan adalah menyerahkan semuanya pada Sang Maha. Apapun hasilnya yakinlah itu yang terbaik bagi kita, karena Dia lebih mengetahui segalanya.

“God not always answer our request with yes, but always with the best”

Bagi sahabat yang telah mendapati hasil belajarnya tidak memuaskan, atau bahkan yang telah mengutuki diri, life’s like piano. White keys represent the happiness. Black keys show the sadness. But as you go through life, remember that black keys make music too.

Sehingga yang perlu kita lakukan hanya bersyukur.

Atau anda ingin menjadi Tuhan?


Actions

Information

8 responses

31 01 2009
MASEDLOLUR

bukankah pintar wajibnya belajar?
uneg-uneg enak, cocok tapi menohok

31 01 2009
specialpaketelor

wiiiiiiii…keren bgt pak ustadz ini…

hmmm…membesarkan dan membuat ikhlas hati yg g seberapa puas dgn nilai yg skarang didapet..:D

tengkyu siff

31 01 2009
asif faroqi

@masedlolur : tapi cocok kan mas ….? kalo menohok mah bukan maksud saya

@specialpaketelor: sabar pe … seng penting wes belajar … semangat buat semester genap

2 02 2009
Yeni

mantap…mantap…
pas banget buat dibaca sekarang2 ini
yang lagi musim nrima nilai
hehehehe…

2 02 2009
asif faroqi

uda nerima nilai yen?? gimana hasilnya?

14 02 2009
yeyekh

Belajar memang bukan wajib pintar..
Tp,Belajar proses untuk menjadi pintar..
Mungkin terlalu angkuh,klo kita sudah merasa menjadi pintar..

jadi klo gagal,kudu belajar terus…
karena sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya kan…^_^

19 02 2009
bhagas

“Oleh karena itu sahabat, seharusnya kita tidak perlu repot-repot bersedih apabila hasil yang kita peroleh tidak dapat menyenangkan hati calon mertua”

asif curhat colongan di postingnya,hehe..:P

9 03 2009
asif faroqi

@ yeyekh : sepp ….

@baghas : wkwkwkwkwkw … jo ngawur cak, tambah gak arep engkok morotuo ku

Leave a comment