Hati-hati bagi anda-anda sekalian yang akan melintasi jembatan MER. Kenapa? karena jalanan di sekitar jembatan tersebut, lebih-lebih jalanan di bawahnya, RUSAK BERAT !!!!
Sudah kurang lebih sebulan ini, kita semua yang turun dari jembatan MER menuju arah semolowaru akan merasa sedikit takut ketika melintas. Takut jatuh, karena jalanan di bawah jembatan tersebut benar-benar hancur tak karuan. Jika tidak demikian, setidak-tidaknya takut kaki tercelup ketika sepeda motor mulai anjrut-anjrutan melintasinya, sehingga celana dan sepatu yang mulanya kita persiapkan rapi untuk berangkat kerja dan kuliah terancam menjadi kotor dan basah.
Yang paling parah adalah ketika jam berangkat kerja dan jam pulang kerja. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, yang setiap hari melintasi daerah itu karena itulah rute terdekat menuju kampus saya. setiap pagi kemacetan terjadi hingga perumahan pondok nirwana. Berdasarkan analisa “elek-elekan” saya (halah …), beberapa yang menyebabkan kemacetan adalah, pertama karena adanya proyek pembangunan jalan layang di sekitar jembatan MER, sehingga lebar jalan menjadi lebih sempit. Kedua ketika turun dari jembatan MER selalu terjadi kemacetan di pertigaan bawah jembatan tersebut, lebih naas, karena kemacetan tersebut terjadi di jalan yang selalu tergenang air dan dengan kondisi jalan yang hancur. Disinilah keterampilan kita mengendarai motor diuji. Jika tidak tangkas siap-siaplah kaki sepatu atau celana anda akan basah atau yang lebih parah adalah jatuh.
Beberapa minggu yang lalu pernah dilakukan pengurukan lubang-lubang tersebut, namun terkesan dilakukan secara sembrono, kurang dari seminggu uruk-urukan tersebut sudah semburat, parahnya bekas pengurukan tersebut menyisakan batu-batu besar yang lebih membahayakan pengendara. Pernah juga beberapa hari yang lalu dilakukan pengerukan tanah di sekitar jalan yang tergenang tersebut untuk mengurangi genangan, tak sampai bertahan satu hari, jalan tersebut tergenang lagi seperti semula.
Sebenarnya siapa yang berkewajiban menangani jalan yang rusak ini? siapa yang harus bertanggung jawab? kenapa hal ini dibiarkan berlarut-larut? sampai kapan? apakah sampai ada korban?
Tak hanya di jembatan MER. Di banyak tempat di daerah Surabaya juga sering kita temui, bekas galian-galian yang semula dilakukan untuk perbaikan, setelah selesai dikembalikan dengan asal saja. Bahkan ada yang ditinggalkan begitu saja tanpa dikembalikan seperti semula. Akibatnya kenyamanan dan keamanan pengguna jalan pun menjadi taruhan. Beberapa contoh kasus tersebut dapat kita temukan di daerah Raya Rungkut, di depan carefour rungkut, depan kecamatan rungkut, dan masih banyak lainnya.



wew…kayaknya rungkut gudangnya jalan rusak….
aku juga’ sebel sif…wes rapi maw kuliah…eh sampe jalan itu..kakinya kecemplung..hyaaaa..merusak mood sharian iku
@specialpaketelor: bener banget … aku juga pernah …
. yang menjengkelkan kok gak segera diperbaiki ya? padahal bahaya banget lho menurutku, apalagi kalo yang lewat cewek pake rok … bisa-bisa jatuh kalo pas gak bisa menguasai motornya … wew
Ternyata sekarang sudah diperbaiki … belum halus seh, tapi sudah berkurang anjrut-anjrutannya ….